Sungguh, Dia Amat Ingin Kita Masuk Surga

2 Aug

 Kala Ramadhan tiba, dibukalah pintu-pintu surga, ditutuplah pintu-pintu neraka, dibelenggulah setan-setan. Bukankah ini pertanda betapa Dia sangat ingin kita masuk surga? Dia ciptakan neraka sebagai hukuman bagi orang-orang yang lalai hingga ajal menjemput, namun berapa banyak jalan Dia sediakan bagi pengampunan?

Sungguh, Dia teramat mencintai kita. Dan itu aneh. Jika makhluk mencintai Tuhannya, itu tak aneh. Sebab kita lemah, tak berdaya, tak memiliki apapun selain karuniaNya. Namun, Dia, segala Maha, pemilik langit dan bumi, penguasa seluruh alam, mecintai makhluk yang lemah? Yang telah tahu akan durhaka, namun menyediakan jalan pengampunan tiada batas?

Siapa yang berpuasa dengan keimanan dan keihlasan, akan diampuni. Demikian telah kerap kita dengar. Duhai, sebelas bulan kita bergelimang menikmati maksiat, dan bisa terhapus dalam sebulan saja? Sungguh terlalu diri yang tak memanfaatkannya.

Namun memang tabiat nafsu yang sulit untuk istiqomah sebulan penuh. Maka diringankan, “Sesiapa yang shalat malam dengan keimanan dan keihlasan, akan diampuni. Duhai, teramat Dia tahu betapa lemah diri dihadapan nafsu, meski setan telah dibelenggu. Maka jika pun dirasa berat jalani puasa dengan ikhlas sebulan penuh, shalat malam pun menjadi pengampunan.

Ini pun masih berat? Diringankanlah lagi, “Sesiapa yang shalat malam pada lailatul qadar dengan keimanan dan keikhlasan, akan diampuni. Duhai, memang diri ini tak tahu diri. Kita insafi bahwa kala Ramadhan, semakin ke belakang, jamaah tarawih mengalami kemajuan – shaf yang semakin sedikit hingga tersisa yang terdepan. Maka jalan pengampunan pun diringankan, untuk dikejar di sepuluh malam terakhir.

Sungguh, Dia amat ingin kita masuk surga.

Kala Ramadhan, ibadah sunnah dihargai wajib. Ibadah wajib dilipatgandakan 70 kali. Tidur pun, kala diniatkan untuk memperkuat ibadah, dinilai ibadah pula.

Sungguh, Dia amat ingin kita masuk surga. Satu bulan menghapus sebelas bulan. Tidakkah sadar, wahai diri, betapa Dia Maha Pemurah?

*Inti khutbah Jum’at di Masjid Al Falah, 21 Juni 2013 – diforward dari email temen kantor*

Saya udah baca email itu lama, pas diforward sama temen saya. Tapi baru sekarang kesampean publish disini.  Saya bukan orang yang tingkat ketakwaannya setara sama ahli ibadah. Tapi isi khutbah itu bisa amat sangat menyentuh saya, bisa membuat mata saya panas dan berkaca-kaca. Makanya dengan saya share disini, siapa tau ada yang ngerasain hal yang sama dengan saya ketika membacanya (hihihi cari temen buat mewek!).

Setiap kali denger hal-hal yang berkaitan dengan lailatul qadar, saya emang bawaannya pengen nangis, terharu. Beberapa hari yang lalu, waktu bukber yang terakhir kali di kantor saya, isi ceramahnya tentang lailatul qadar. Dan saya berusaha banget nahan air mata saya, sampe akhirnya malah dari hidung yang meler😀

Saya pribadi belum pernah punya pengalaman dengan yang namanya malam seribu bulan ini. Karena saya ngerasa belum maksimal juga mencarinya hehehe! Makanya saya salut sama orang-orang yang punya kesempatan untuk itikaf di masjid dan konsisten melaksanakannya dari tahun ke tahun🙂

Owh iyah, lailatul qadar bagi saya juga mengingatkan sama lagu Bimbo yang judulnya Lailatul Qadar🙂 Salah satu lagu yang bisa bikin saya merinding karena liriknya…”ketika Tuhan menyeka air mata kita, ketika Tuhan menyeka dosa-dosa kita”. Persis sama yang dijelasin di inti khutbah diatas, betapa Dia ingin kita masuk surga, satu bulan menghapus yang sebelas bulan🙂

Semoga kita termasuk hamba yang mendapatkan hidayah dan berkah di Ramadhan tahun ini, dan Ramadhan-ramadhan mendatang…aamiin🙂

sahur pake french fries Al Tazaj, di Masjidil Haram (abis itikaf di 10 malam terakhir)

sahur pake french fries Al Tazaj, di Masjidil Haram (abis itikaf di 10 malam terakhir)

menjelang subuh di Masjidil Haram (10 malam terakhir Ramadhan 1428 H) *matanya ngantuuuuk*

menjelang subuh di Masjidil Haram (10 malam terakhir Ramadhan 1428 H) *matanya ngantuuuuk*

7 Responses to “Sungguh, Dia Amat Ingin Kita Masuk Surga”

  1. Dewi Indriyani August 2, 2013 at 11:10 am #

    Semoga aku dan keluarga dikasih ijin untuk berkunjung ke Mekah.
    Aku juga belum pernah merasakan momen bulan puasa yang cetar membahana.

    Semoga masih dikasih umur buat ngerasainnya..^^

  2. Baginda Ratu August 2, 2013 at 5:39 pm #

    Sharing yang indah. Thank you, Ratna… liat foto2nya, jd pengen umroh, akuuuu….! Kalo haji lamaaaaa…!🙂

    • ratna wulandari August 12, 2013 at 12:22 pm #

      sama2, baginda ratu! aamiin….mudah2an segera dikasih kesempatan untuk kesana yah, siapa tau langsung haji🙂

  3. rusydi hikmawan August 13, 2013 at 5:22 am #

    beruntung banget udah ke mekkah. napa sedih kalo denger lailatul qadar? Allah itu luar biasa, gak ada yg nandingin. tahun ini sy juga lagi berharap diberangkatkan Allah bersama istri ke mekkah.

    • ratna wulandari August 13, 2013 at 8:13 am #

      sedih terharu kok, betapa Allah Maha Pemurah & Pengampun dengan diturunkannya lailatul qadar. saya doain mudah2an mas & istri bisa segera ke Mekkah🙂 anyway, thanks for reading🙂

      • rusydi hikmawan August 13, 2013 at 8:16 am #

        aamiin ya robbal alamin. makasih, mba, doanya. semoga ramadhan tahun depan bisa bertemu lagi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: